Posted by: lightbreath on: 6 February, 2010
Wajah itu tak asing
Tajam, tegas, terpagari
Tapi kita tak pernah bertemu sebelumnya, sayang
Ada dinding disana, tak kasat mata
Mengejek susah bagi yang menerawang
Hahaha…itu saja
Bibirmu berucap seperti apa yang bibirku ucapkan
Kita sama, tapi jelas berbeda
Kemana yah perginya keberanian
Mungkin tertelan hingar bingar nada
berarak disambut ratusan gelombang
Baiklah, kunikmati saja dibalik dinding udara
Ditemani segaris senyum, sampai menghilang
Posted by: lightbreath on: 20 January, 2010
Awalnya minggu lalu, hari Rabu, waktu itu berhubung internet kantor emang kenceng, terus gw download beberapa *well, lebih dari 500MBlah* lalu dengan suka cita gw mendownload beberapa album lagu. Hari itu puas banget karena dapet beberapa album lagu yg gw pengen kaya Lifehouse, Quartet String. Hari yang biasa aja sepertinya, tapi ga biasa setelah hari itu.
Besoknya, Kamis, pagi-pagi banget 30 menit abis jam masuk kantor gw didatengin dua staf IT kantor yang masang tampang polisi mau nangkep copet. Sambil mukanya ditekuk kaya ikan cupang mau berantem dia bilang “Gua mau periksa laptop lu. Kemaren ngapain aja”. Deg..dalem hati, jangan-jangan gara-gara gw nyoba SQL Injection ya ke web intra kantor. Ya sudahlah gw sih pasrah aja. Gw diemin aja sementara dia meriksain log, history sampe file di dalem komputer. Lamaa banget sampe gw maen game di hape.
Terus bos gw ngomong sama mereka, “ada apa sih?” tapi jawaban mereka kaya kalo lu ngomong sama gunung es. Dingiin abis, kaya ada masalah serius aja. Sekitar setengah jam mereka meriksain laptop gw dan akhirnya mereka ngomong sama bos gw. Entah apa yg diomongin, abis itu mereka cabut dari ruangan.
Ternyata setelah gw tanya sama si bos, tara…aksi download gw kemaren sukses besar bikin down jaringan web mereka. Hasilnya beberapa pelanggan mengeluh ga bisa mengakses web. Setelah dilacak ternyata bersumber dari laptop gw. Dari situlah masalah dimulai. Pertama gw dituduh mencuri data-data kantor, walaupun kenyataanya mereka ga menemukan apa pun di laptop gw. Kedua, gw dianggap melakukan tindakan ilegal karena memakai laptop pribadi di kantor. Ketiga, software yang gw install dianggap berbahaya yaitu IP Scanner dan Wireshark. Ketiga tuduhan itu nyaris bikin laptop gw disita. Bos orang IT yg ngotot pengen nyita laptop gw. Haha…WTF.
Okelah, hari itu sampe sekarang gw berterima kasih banyak sama bos gw karna melinduingi gw. Pertama, gw tidak nyuri data-data kantor, semua tindakan gw bos gw tau kok. Kedua gw ga pernah tau ada aturan ga boleh bawa laptop dan donwload banyak itu berbahaya sejak kapan lagian download berbahaya, kalaupun itu mengganggu, kenapa atuh mereka ga membatasi gw. Harusnya buat kemanan mereka juga, itu tuh udah jadi standar keamanan adiministarasi jaringan. Ketiga, Wireshark gw ga berguna karena mereka pake swich bukan hub, apanya yg mau diamatin kalo pake switch?!
Setelah hari itu bos gw beberapa kali menerima telpon dari orang IT yg masih aja mempermasalahkan keberadaan laptop gw di kantor. Kata bos gw, mereka ga berani nyerang lebih jauh, karena kalo sampe itu terjadi bos gw akan nyerang balik mereka atas kelalaian mereka meberikan fasilitas yang memadai buat gw. Tau kenapa alesan gw pake laptop sendiri?Pertama, aplikasi SQL Server Management yang harus gw pake buat develop aplikasi ini amat sangat lemot, belum lagi komputer yang lemot, RAM yg cuma 512Mb. Gimana mau kerja maksimal?dan komputer gw yang biasa gw pake digunakan oleh anak magang dari Jerman, artinya kalo gw ga bawa laptop sendiri, di kantor gw bakal cuman bengong doang. Heloo..kapan selesainya kalo gitu.
Dan puncak kekeselan gw adalah hari ini. Kalian pikir ya, search engine and portal dilarang, IT information dilarang, News dilarang, lalu buat apa internet gw kalo ga bisa ngakses apa-apa, padahal gw butuh baca referenci dan help dari situs-situs programming buat support kerjaan. Dipikirnya gw dewa apa hapal segala sintaks yang ada!Keuheul teh. Menghambat saja. Gw bilang sih ini ketakutan tingkat akut sampe internet aja dilarang. Sarap! IP dan user gw di blok! Sabar…sabar…, seharusnya mereka benahi sistemnya. Ini kaya penguasa yang membungkam rakyatnya pake cara-cara yang ga elegan. Ibarat presiden memutus distribusi pangan kepada rakyatnya, sementara si rakyat disuruh bekerja keras. Pembunuhan! Baru nih gw ngerasa kesel sekeselnya, udah lama ga gini. Kalo caranya gini sih gw bisa lebih jahat lagi ke mereka. Tapi semoga besok-besok mereka berubah supaya gw ga perlu melakukan aksi-aksi yang ekstrim. Semoga!
Posted by: lightbreath on: 18 January, 2010
Zakiah : gadis remaja usia 12 tahun
Ari : remaja usia 14 tahun
Emak : ibunya Zakiah dan Arii
Zakiah : “Mak..mak..Zakiah mau minjemin uang yah”
Emak : “Minjemin uang ke siapa?”
Zakiah : “Temen sekolah Zakiah mau beli LKS, tapi ga punya uang, bapaknya tukang bikin cincinm, boleh yah”
Emak : “Iya atuh gapapa, emang berapa mau minjeminnya”
Zakiah : “128 ribu, Zakiah punya uang 300 ribu, jadi semuanya pake uang Zakiah”
Emak : “Ya Alloh anakku bageur amat yah. Walau secara materi tidak terlalu berada, Alhamdulillah semua anak2ku tidak ada yg aneh2″
******************************
Pii : “wuiih…rai, hape baru nih” [Hape CDMA Smart]
Ari : “ini temen Ari ibunya ga punya uang, terus ngegadein hapenya, ya udah Ari beli, cuman 200rb”
Pii : “ko bisa?”
Ari : “orangtuanya gitu, kalo lagi punya uang, apa aja kebeli, ntar kalo ga punya uang, semuanya digadein”
Pii : * cuman bisa diem, ya ampun, bageur amat ni anak *
Posted by: lightbreath on: 12 January, 2010
Gw : [lagi beli cakue]
Mba2 Berdua deket situ (M2BDS): “mas…mas berapaan?” [cekikikan]
Gw : [celingak-celinguk] “mas, mas (ke tukang cakuenya), tuh cakuenya berapaan”
Tukang Cakue : (cengar-cengir ga jelas)
M2BDS : “itu mas, yang beli cakue harganya berapaan?” [cekikikan lagi]
Gw : #$%^&*[jadi pengen nyemplung ke minyak goreng]
besok-besok gw harus pake baju yg tulisan belakangnya : DI JUAL HANYA UNTUK YG SERIUS
TKP : Tukang Cakue Medan Surken
Posted by: lightbreath on: 10 January, 2010
Entah disadari atau tidak, pada umumnya kita terbiasa untuk berbicara “siapa” ketika bertemu dengan orang lain, baik itu teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang baru saja kita kenal. “Siapa” disini saya maksudkan lebih kepada si subjek pelakunya. Kita lebih banyak berbicara tentang orang itu, mengenai kehidupan yang dijalaninya. Dengan siapa ia sekarang, apa yang ia kerjakan. Tidak salah memang, hal itu wajar sebagai manusia yang berinteraksi dan bersosialisasi.
Bagi saya, “siapa” memang menarik untuk dibahas namun lebih menarik lagi untung membahas “apa” dan “bagaimana” dari si “siapa itu”. Apa saja prestasinya, apa yg dilakukannya, apa sih pekerjaanya, apa sih yang melatarbelakangi kesuksesannya, apa sih yang membuat dia menjadi seperti ini, apa bisa saya mengikuti jejak langkahnya dan bagaimana sih dia menjalanai hidupnya, bagaimana dia jatuh bangun dalam usaha yang ia jalan, bagaimana memulai jalan agar seperti dia, serta banyak lagi pertanya “apa” dan “bagaimana”. Bagi saya “apa” dan “bagaimana” tentang “siapa” itu adalah sesuatu yang berharga. Sehingga ketika bertemu orang saya bisa selalu belajar dari kehidupannya. Orang lain yang saya ajak bicara adalah guru kehidupan sehingga tak bosannya bertanya dibanding harus bercerita siapa saya. Biasanya setelah bertemu orang lain, selalu kemudian banyak pertanyaan di otak ini.
Untuk pemikiran ini saya hanya bisa berujar, “Subhanalloh”, sebenarnya alam semesta raya dan isinya ini tidak lain adalah kelas belajar yang tak ada pernah habisnya. Yang kita butuhkan hanyalah berpikir dan merasakannya.
Posted by: lightbreath on: 5 January, 2010
Ternyata di fesbuk bisa mengalami suka, duka, seneng, kesel, sampe terancam oleh seseorang bahkan ga jarang juga yang berantem gara-gara si status di fesbuk kaya temen gw beberapa hari kebelakang ini. Gara-gara status fesbuk dan komentar-komentar orang-orang dia jadi sadar kalo dia orang ketiga di kehidupan pacaranya. Endingnya sih dengan dewasanya dia mundur. Gara-gara komentar itu pula si pacar utama si pacar *nah loh* sampe nelpon temen gw sambil mencak-mecak. Haha…sudahlah kita lupakan yang jeleknya.
Berita bagusnya udah basi kali ya gw ketemu temen SD. Namanya Tommy Iskandar, gw, dia dan satu lagi yang namanya Abi adalah tiga orang pribumi yang tersesat di SD yang mayoritas *cuman kita bertiga yang pribumi* nya orang arab.
Banyak banget yang kita udah lakuin bertiga, dari pulang bareng, maen bareng, berantem bareng, sampe sempet-sempetnya kita bikin geng pake inisal nama kita. Haha..kalo diinget-inget lucu banget. Sayangnya gw mulai lose contact sama mereka berdua pas kelas 4, waktu itu gw harus belajar di sekolah yang berbeda. SMP, SMA, cuman ketemu beberapa kali sampe akhirnya kemaren dia ngirim message di fesbuk. Wow…akhirnya kita tukeran nomor hape. Belum sempet ketemu sih, yang gw tau dia sekarang kerja di batu tulis. Ga saber pengen ketemu dia. Kapan-kapan gw ceritain tentang mereka.
Ternyata fesbuk bisa juga bikin seneng.
. Dan judul posting ini adalah nama geng kita waktu SD
Posted by: lightbreath on: 2 January, 2010

Sutradara : “yaak….action”
lalu para aktor dan aktris pun beradegan sesuai skenario yang ada….
“Action”atau sebuah aksi, simpel memang, bahkan kita kadang tidak menganggapnya ada ketika kita melakukan aksi itu. Tapi dari satu aksi kecil itu akan bergulir bola salju yang semakin besar dan membesar sehingga menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Dari sebuah wacana untuk membantu Prita Mulyasari yang bermasalah untuk membayar denda kepada RS OMNI, sebagian kecil orang mulai mengumpulkan koin demi koin, kemudian aksi itu menyebar ke seluruh penjuru negeri dan akhirnya aksi itu mampu menghasilkan sesuatu yang nyata, dana untuk Ibu Prita. Itulah ide dengan sebuah aksi.
Tahun 2009 sudah terlewati, orang pun beramai-ramai di 2010 ini membuat resolusi dalam hidupnya. Sebagian orang banyak meyisakan sesuatu yang belum tercapai di 2009 dan mungkin akan digeser di 2010. Kenapa yah belum tercapai?umumnya jawabannya adalah karena rencana itu belum sempat dilaksanakan. Itulah ide tanpa aksi.
Di 2010 saya mulai dengan mengikuti Blogor Bebersih Bogor. Saya tidak berpikir itu sebuah aksi yang cukup nyata untuk membuat kota ini terlihat lebih nyaman untuk dihuni karena itu hanyalah sebuah aksi memunguti sampah di sebagian kecil kota Bogor. Yang menarik adalah ketika di tengah-tengah keasyikan memunguti sampah yang hanya berupa bungkus permen saya melihat ke belakang, kepada jalanan yang telah saya lalui. Saya pun terkejut akan hasilnya, terlihat indah sekali, padahal yang saya lakukan hanyalah memunguti sampah yang terlihat. Kecil memang, tapi itulah sebuah aksi.
Seorang kawan dari Blogor pun menyadarkan hal ini. Mengutip perkataanya “Di blogor tuh banyak sekali ide-ide yang luar biasa, tapi yang kita butuhkan adalah Ismi-Ismi lainya *merujuk pada pencetus ide sekaligus eksekutornya*”, kemudian ia melanjutkan kata-katanya “kita perlu orang-orang yang beraksi di lapangan”.
Merasa ditonjok di ulu hati, selama ini hanya ide-ide yang keluar tanpa pernah direalisasikan. Ingin ini, ingin itu tanpa pernah direalisasikan. Ide tanpa aksi layaknya visi tanpa misi, mengambang. Dalam Islam pun sudah diingitkan, bahwa surga diwariskan pada orang yang beramal, bukan orang yang berilmu. Amal ibarat aksi dan ilmu ibarat sebuah ide. Keduanya saling melengkapi.
Ketika mengingat apa yang sudah kita lakukan, kadang kita bertanya-tanya, “kok bisa ya kita seperti itu/ini”. Ternyata jawabanya adalah tag line iklan Nike “Just do it”. Ketika kita memulainya kita tidak memikirkan akan seperti apa hasilnya, apakah itu akan berakhir baik atau buruk, beguna atau sia-sia. Kita tidak membuat ketakutan-ketakutan yang belum terjadi, ya hanya lakukan saja dan biarkan semuanya mengalir.
Dan hei, pernahkan kita merenung, apa yang kita takutkan ketika memulai sesuatu tidak pernah benar-benar terjadi dan tidak seburuk apa yang kita bayangkan?
Oke, 2010, saya datang untuk beraksi…
Posted by: lightbreath on: 1 January, 2010
Masih ajalah ni blog isinya tentang kehidupan. Yuuk…marii…
Sebagian besar orang merayakan pergantian tahun dengan pergi ke suatu tempat entah itu di kota atau di villa, cottage lalu merayakannya dengan teman-teman, keluarta dan bahkan *ehem* kekasih tercinta. Sekarang tanya gw dong ngapain aja taun baruan kali ini! Taraa…jam 11 malam dengan indahnya gw masuk kamar, tarik selimut lalu tidur.
Alhamdulillah jadinya subuh ga kesiangan. Dan hari ini pun gw dah janjian dengan barudak Blogor untuk ikut kegiatan Blogor Bebersih Bogor. Hebat kaan. Sementar orang lain terlelap tidur gara-gara “berpesat” semalam suntuk. Beberapa gelintir orang dari komunitas blogor misuh2 *jangan tanya artinya, gw pun ga tau, tapi kayaknya pas aja gitu* bangun pagi siap-siap ke tengah kota untuk memunguti sampah yang seperti semut.
Kita janjian jam 06.30 di gerbang utama Kebu Raya Bogor. Gw datang agak telat 15 menit, disana sudah menunggu seorang wanita cantik *t’Ismi* dan cowo ganten *k’Deny. Krik2..sepi amat, menunggu agak lama kemuadian datang sepasang suami istri member Blogor *lupa namanya*. Haah..ternyata yang konkret cuman dikit. Lalu kita menunggu Kang Alif Al Cibeureumi yang disinyalir sudah membeli peralatan tempur berupa trash bag segambreng. Ah lupa…sebelum datang wanita muda cantik bernama PeGe, masih muda loh, kelas 1 SMA.
Obrol punya obrol sama PeGe ternyata dia temenya adeknya temen gw *nah loh*. Dunia sempit kan. Orang gunung putri ternyata, PeGe ternyata tetangganya Arief Nugraha, salah seorang sobat gw dari SMP.
Lanjuut..walaupun cuman berenam kita terus lanjutkan perjuangan membersihkan sedikit saja kota Bogor dari sampah. Kita pun mulai bergerak berlawanan arah angkot menujuu sempur. Sampah dibagi tiga kategori yaitu sampah plastik, kertas, dan organik. Disinyalir Kang Achoey Janda dan t’Echa bergabung di Sempur. Jadi aja tambah semangan karena sinyaliran lebih lanjut ada dana dari t’Echa dan mie dari Kang Achoey.
Ada kejadian lucu dan terhinakan di depan gereja Zebout. Jadi di bawah pohon rindang ada penjual yang menjajakan benda entah namanya *kemudian diketahui bernama Lemang* dari bambu. Gw lirik Kang Alif, Kang Alif melirik gw, loh kok jadi lirik-lirikan?bukang-bukan, yang bener gw bilang ke Kang Alif, “Kang naoonya?”
Kang Alif pun menjawab, “teuing atuh, arek?”
Gw pun mengangguk, Deny pun ikut menemani untuk mendekat ke si penjual. Pas ditanya, “baraha mang?”
Lalu si penjual pun menjawan dengan tampang meremehkan, “mahaaal Boos”.
Anj*t, Kang Alif langsung napsu gara-gara dianggap ga mampu, “emang baraha sih?”
Si penjual, “lima, lima belas rebu”
Gubrak…gw kira lima juta gitu. Yaelah segitu mah gw bayarin. Karna napsu dan penasaran juga sih, akhirnya gw pun beli. Hahaha…pas jalan pun Kang Alif sama Deny masih aja ngomongin sambil ngedumel tentang masalah “Maaahal boss”, sampe-sampe tageline itu jadi bahan becandaan sepanjang jalan.
Sampe sempur terlihatlah Kang Achoey, tapi ternyata dia ga bawa mienya *kecewa*, bebersih pun lanjut buat ngebersihin lapangan sempur yang buanyak sampah. Walaupun ga seberapa,tapi lumayan signifikan kok jadinya. Lebih bersih. Ujung-ujungnya terkumpulah sebanyak 6 kantong sampah.
Kegiatan Blogor bebersih Bogor pun diakhiri dengan makan-makan *laper bo* di warung baso Pa Jaja di Lapangan Sempur.
Posted by: lightbreath on: 4 November, 2009
Hei blog, apa kabar?sudah lama tidak bertemu, sebenernya aku kangen banget sama kamu. Tapi akhir-akhir ini disibukan dengan berbagai aktifitas, ga sempet-sempetnya meluangkan waktu buat kamu. Sekali lagi, maaf ya.
Pengen cerita banyak sama kamu, tapi kayaknya kalo aku cerita ke kamu urusannya bisa panjang, blog, facebook dan segala social networking lainya ibarat pisau bermata dua, tergantung orang yang menggunakannya. Bisa jadi cerita sama kamu bisa menghasilkan sesuatu yang positif, bisa juga yang sebaliknya, kayak yang aku alami akhir-akhir ini.
Blog, untuk masalah pribadi aku ga akan cerita sama kamu lagi, aku mau menghilang dan cerita sama blog lain yang sama sekali ga dikenal siapa pun. Jadi nanti dengan blog yang baru aku itu bisa cerita sesuka aku. *lightbreath*. Doakan aku ya supaya baik-baik aja. Ke depannya aku ga tau mau cerita apa sama kam, yang pasti bukan dari kehidupan aku. Daah blog..makasih ya selama ini dah dengerin ceritaku.
Posted by: lightbreath on: 20 September, 2009
Duduk diseberang sana seorang gadis kecil legam menggelayut manja di lengan bapaknya. Disamping mereka seorang gadis kecil manis meringkuk mesra di pangkuan ibunya, pergi ke alam mimpi menjauhi kenyataan ia tidur bukan di atas kasur empuk seperti biasanya namun di atas sebuah onggokan besi yang berjalan tunduk pada sepasang besi panjang.
Ah…tatapan mata kecil dari si gadis kecil legam kuberi hadiah sebuah senyuman, ia pun tersipu bersembunyi di ketiak bapaknya. Sepasang mata itu kemudian bercengkrama dengan senyuman yang selalu kucurahkan padanya. Ia pun semakin tersipu. Aku terus tersenyum di latar belakangi musik yang berdentum keras di kedua telingaku. Seolah-olah di depan ku ini adalah sebuah layar XXI yang menceritakan kisah anak dan orangtuanya. Dan benda di kedua telingaku ini adalah seperangkat dolby sound system termegah yang pernah ada.
Menjelang berpasang-pasang pintu terbuka, gadis kecil dan bapaknya pergi meninggalkan singgasananya digantikan sepasang muda-mudi yang diracun asmara. Rupanya si gadis kecil legam masih berupaya mencuri senyuman-senyumanku di balik tubuh bapaknya. Sesekali ia mengintip manja mengharapkan senyuman-senyuman ini kembali memanjakannya. Ah…rupanya senyuman ini semakin tak bisa dikuasai, dirinya berhamburan layaknya segerombol semut yang diganggu sarangnya. haha…senyuman ini pun berubah menjadi tawa, tawa yang mengundang tawa dari sepasang muda-mudi diracun asmara.
Kini si gadis kecil legam telah menghilang, di seberang sana tinggalah si gadis kecil yang meringkuk dipangkuan ibunya layaknya seorang putri raja yang sedang tertidur di sebuah taman nirwana. Kini senyuman ini tercurah padanya, tercurah pada keindahan dan kelembutan lemah gemulai si gadis kecil manis di pangkuan ibunya.
Si gadis kecil legam dan bapaknya, si gadis kecil manis dan ibunya serta sepasang muda-mudi diracun asmara diatas onggokan besi seirama sepasang besi panjang berbicara “Kebahagian selalu ada dimana pun, yang kamu perlukan untuk menemukannya adalah dengan merasakannya”
peninggal jejak