Review Film : Modus Anomali

Disclaimer :” Tulisan ini mungkin ada spoilernya, jadi hati-hati aja mbacanya”

Bersama si nyonya @Untsu, si gampang sakit @Dhany_Nugraha, si bentar lagi ga perjaka @padmanegara juga galau selalu @aryokuncoro, malam minggu 28-April 2012 kita memutuskan nonton Modus Anomail. Awalnya sih mau ngomongin tentang resepsi bersama @GorgaLeonardo, tapi berhubung si cancel boy kumat, ya jadilah kita terusin aja walau cuman nonton. Balik ke film. Dari sinopsis yang dibaca di 21cineplex.com dan komentar-komentar orang yang udah nonton sepertinya ini film oke juga untuk ditonton.

Modus Anomali

Jalannya Cerita :

Adegan diawali oleh seorang Pria yang diperankan oleh Rio Dewanto (* oke ladies, don’t freak out) yang berlari dalam hutan tidak jelas siapa dirinya. Berhenti dalam hutan, ia menemukan jati dirinya dalam dompet, foto keluarga, juga namanya John Evans. Lalu kemudian ia terus berjalan tak tentu arah hingga menemukan rumah ditengah hutan. Adegannya disini cukup membuat tegang karena dilakukan di tengah hutan yang gelap dan back sound yang dibuat menegangkan. Ia pun menyadari sedang diburu oleh seorang pembunuh dan ia harus menyelematkan keluarganya.

Perlahan-lahan ia mulai memahani apa yang terjadi, ia kembali ke kabin dimana ia dan keluarganya sedang berlibur di sebuah rumah (*kabin) di tengah hutan. Di rumah itu ia menemukan istrinya (Hannah Al Rasyid) terbunuh. Melalui video ia tahu latar belakang mengapa ia sampai pada keadaan seperti itu. Di sisi lain, kedua anaknya sepasang perempuan (Izzi Isman) dan laki-laki (Aridh Tritama) masih hidup, sedang bersembunyi di suatu sisi hutan.   Mereka berdua memutuskan untuk mencari Ayahnya yang masih hidup.

John, laki-laki tadi, berusaha untuk mencari anaknya sembari melarikan diri dari sosok pembunuh yang seketika muncul di tempat yang tidak disangka. Frustasi terus diburu, John membalikan keadaan untuk melawan si sosok pembunuh tadi. Ia pun membuat jebakan dan memancing si pembunuh. Malang, jebakannya malah mengenai anak perempuannya hingga mati. Begitupun dengan anak laik-lakinya yang terpisah dari kakaknya, pun mati terbunuh tanpa sengaja.

John semakin frustasi, di tempat-tempat tertentu ia menemukan alarm jam yang sepertinya telah di set oleh seseorang untuk ditemukan. Juga ia mendapatkan petunjuk dari si pembunuh untuk memahami apa yang harus ia lakukan. Semakin akhir film, John mulai menyibak misteri-misteri kejadian yang ia alami dan penonton pun akan tahu siapa sebenarnya John. Setengah film terakhir, sang sutradara sekaligus penulis cerita Joko Anwar akan menguak apa yang terjadi sesungguhnya. Apa yang terjadi? ya udah tonton aja sih. Haha.

Komentar Gw :

Awal film bikin ga ngerti, banyak kejadian yang janggal seperti : “kenapa sih anaknya ga manggil bapaknya, jadi aja kan begitu”. Tapi semua pertanyaan itu akhirnya terjawab di akhir film. Eh di luar film. Karena penonton dipaksa mikir kejanggalannya sama penjelasan di akhir film. Ini film yang harus mikir seperti film Leonardo Di Caprio di Shutter Island ¬†atau Inception. Pengambilannya gambarnya gw pribadi puas, namun unsur kejutan-kejutannya kurang. Lebih seru ketika ada adegan yang bikin penasaran kaya ada bayang orang eh taunya patung biasa, disitu penonton dibawa naik terus turun, sebaiknya dimunculkan adegan yang diharapkan penonton. Jadi naik, turun, naik kaya roller coster. Dan kritik gw terhadap pemeran anak laki-lakinya John (Aridh Tritama), actingnya buruk sekali. Ekspresinya ga dapet, dialognya datar. Tidak ada harapan. Selain itu acting yang lain keren, ya terutama si Rio Dewanto.

Ini film dialognya in english, tapi mungkin karena bukan bahasa aslinya, bikin dialognya agak kaku menurut gw. Ga luwes aja, jadi kagok dengernya. Dan adegan terburuk dalam film ini adalah adegan si John muntah. Plis deh masaa ngocor sederes itu, pake selangnya keliatan banget. Worst!

Jalan cerita oke, gambarnya oke, actingya oke minus si anak laki-laki datar itu. Jadi kalo di IMDB gw akan kasih nilai film ini 7.5 aja. Untuk film Indonesia, ini keren. Ga biasa. You must watch this film! Salah satu film Indonesia yang layak ditonton. ;)

About these ads

2 Comments

Filed under Light~Life

2 responses to “Review Film : Modus Anomali

  1. Sepertinya lebih enak nunggu dalam format home video saja, tapi ada yang bilang sound-nya mantep?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s