Beruntunglah Saya Jadi Orang Bogor

Ini bukan bermaksud sombong ato gimana yah, tapi mencoba untuk bersyukur ;p
Gw ngerasa beruntung tinggal di Bogor, kenapa?karena seengganya hampir semua makanan ada disini semisal yoghurt, steak, burger, pancake, tomyam apalagi yah..pizza mungkin, udah lah gw rasain, standar emang, tapi justru itu letak kocaknya.

Hari ini jalan-jalan ke utara, tepatnya ke Setiabudi, standarlah, kita ke surabi Enhai yang terkenal itu. Gw berangkat sama anak kostan berlima yang terdiri dari gw, Fauzi, Wanchu, Mas Teguh dan Bangga. Oke, gw perkenalkan satu-satu, Fauzi dan Wanchu ini orang Solo. Wong Jowo aseli. Mas Teguh itu wong Lamongan?ada yang ga tau?itu loh timurnya lagi dari Surabaya, terkenal dimana-mana. Coba ya tengok warung pecel lele terdekat, rata-rata mesti orang Lamongan yang punya. Saking terkenalnya setitap orang Lamongan pasti diledekin Lele, soalnya disono emang banyak tambak lele. Terakhir si Bangga, ini temen sejurusan dan seangkatan. Bangga orang Kediri asli, karakteristiknay adalah licik dan ga mau rugi, contoh kecilnya dia paling males keluar beli makan, nah tiap jam makan dia pasti nunggu anak2 yg laen keluar dan dengan gesitnya dia langsung bilang “gw titip beli makan”. Damn!. Kita skip perkenalannya.

Surabi Enhai yang terkenal ya surabinya, jadi kita mesen surabi. Karena hari ini gw lapar, makan surabi mana kenyang dong, akhirnya gw memutuskan buat beli chicken katsu. Lagi pada pesen surabi gw berdiri lah buat pesen Chicken Katsu. Lalu mulailah kenyataan konyol ini.
Mas Teguh :”pay, chicken katsu tuh apa sih?”
Si Sayah :”hhmm…ayam gitu mas, gepeng, ditutupin tepung, gampangnya kaya kita makan si steak n shake, tapi kalo ini daging ayam”
Mas Teguh : (cengar-cengir)”oh gitu yah..cobaa aah”
Bangga : “pay, fla itu apa?”
Si Sayah : (oh my God, 5 taun di Bandung ngapain aja!*ga nyambung*) “hhmm..fla ya fla, kaya susu gitu yang biasanya dimakan bareng puding”
Bangga : “wes..aku ga ngerti” (dan nyerocos bahasa jawa)

Dalem hati : “ini gw yg norak apa mereka yang norak ya?”

Dan kita pun bercerita. Ternyata Mas Teguh baru pertama kali minum yoghurt ya di Bandung soalnya di lamongan ga ada :)). Bangga juga gitu,, pertama kali nyoba yoghurt ya di Bandung, di Enhai pula, katanya besok paginya langsung mencret2, abis itu dia kapok mimum yoghurt. haha…
Yang kocak lagi ada temen kostan juga, namanya Juang, orangnya alim, cah tambak lele aseli aka Lamongan. Pertama puasa di Bandung diajakin makan burger di M*D. Itu pertama kalinya dia ngeliat makanan yg disebut burger dan nyobain. Hasilnya hari pertama ga puasa, periksa ke dokter di RS. Hasan Sadikin ditambah sakit beberapa hari. Haha. Dahsyatnya makan burger untuk pertama kali!
Itu yang baru diceritain, kayaknya masih banyak cerita pertama kalinya. Di daerah tuh makanan yang menurut kita standar belum tentu ada ternyata. Ini bukti kurangnya pemerataan pembangunan. Hehe…ga penting emang. Tapi itulah, gw bersyukur jadi orang Bogor, soalnya jadi ga norak2 amat sama yang kaya beginian :p.

Leave a comment

Filed under Light~Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s