Kuntilmama

Apa yah judulnya, nanti saja dipikirkan. Ada beberapa hal yang pengen disampaikan disini, salah satunya adalah penggunaan kata saya sebagai kata ganti orang pertama di blog saya. Alasannya karena akhir-akhir ini saya tersesat alirannya Pidi Baiq. Walau belum ketemu saya sudah merasakan auranya, mistis, penuh kutukan.

Kemarin malam itu salah satu malam terbaik yang pernah saya lalui. Bagaimana tidak, hari itu janjian sama Shely yang menawarkan saya yang sedang mencari buku Drunken Monster langsung kepada anak buahnya Pidi.  Dan malam itu juga saya mendapatkan buku itu plus coretan gambar, oh yang sungguh jelek sekali dari Pidi yang katanya mantan dekan FSRD, (Pid, saya ragu euh kamu anak seni rupa, gambarnya jelek begitu). Nuhun yah Shely. muah muah…hihi

Walau tidak bertemu dengan Pidi langsung, tapi saya ketemu sama anak buahnya yaitu Kang Budi Pratty Dong yang dikira Shely satpamnya Vila Merah. Kami memang janjian ketemu disitu, di tempat Pidi mengajar aliran sesat. Lalu sambil menunggu hujan reda kami sholat di belakang yang ternyata ada Kuntilmama, tiada bukan dia adalah Raditya Eka, seorang dosen yang lebih suka dipanggil Gunung Bernyanyi di facebooknya, itu karna saking tergila-gilanya dia sama kearifan orang-orang Indian terhadapa alam. Oh dia juga yg mengajarkan saya banyak ilmu, yang setengahnya adalah cerita penaklukan wanita, hehe..tapi lebih dari itu cerita dia menginspirasi saya untuk tetap menjadi diri sendiri supaya keren.

Belajar itu dari siapa saja dan dimana saja. Malam itu saya belajar sambil ngacapruk tapi lebih tepatnya banyakan dengerinnya sama ceritanya, juga sampai sampai dikiranya saya dan Shely itu pacaran padahal tidak. Yah Kang Eka sungguh keren adanya, dengan rambut panjang dan bahasa yang lebih keren daripada mahasiswa-i U En Pe A De Be U Te U Te ia banyak memberi saya pelajaran. Kapan coba kamu belajar tapi sambil tertawa-tawa. Sungguh unik orang-orang ini sehingga saya pun jadi pengen keren seperti mereka. Pirintilan-pirintilannya nanti saja saya ceritakan di postingan berikutnya. Karena selain biar postingan ini tidak terlalu panjang juga saya lagi sibuk, sibuk main game. Nanti saja yah, sudah deh jangan memaksa, kalau ikhlas nulisnya kan enak. Udah jangan terus dibaca, titik.

Update: karena saya bingung memberi judul, akhirnya saya beri judul kuntilmama. alasanya biar saya sendiri yang tau, kan saya yang nulis, saya yang ngetik, jari-jari saya, blog-blog saya, kamu tidak boleh ikut campur, ini adalah daerah istimewa blog pay.

4 Comments

Filed under Light~Life

4 responses to “Kuntilmama

  1. ah, kamu ketularan sakitnya Pidi Pay…
    ngomongnya mulai nglantur sendiri dan seenaknya mamak mu…

    lain kali kalo kita dibilang pacaran ga kalian? sekalian jawab aja, alhamdulillah sudah punya bayi kecil juga, tapi sedang tidak dibawa. lagi dipinjem sama ibu separuh baya yang biasa nongkrong dilampu merah.

    dan itu keren.

  2. eh lupa..
    [QUOTE]Nuhun yah Shely. muah muah…hihi[/QUOTE]

    sama sama Pay, ga pake muah-muah dan hihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s