TEDx Jakarta 6th

Surprisingly I’d been invited on 6th TEDx Jakarta.

TEDx Jakarta

TEDx Jakarta

Merasa beruntung banget, soalnya ga semua orang diberi kesempatan buat dateng di TEDx Jakarta yang ke-6 ini.  This event become much bigger and popular than before. Jadi dengan tim barunya, sistem  pun dibuat baru juga. Yang dulunya siapa cepat dia dapat, kini sekarang ketika daftar ada isian, macem kuisoner, short essay yang saya yakini itu sangat mempengaruhi apakah kamu itu di undang atau engga. Dan saya dapat undangannya, alhamdulillah.😀

There always awesome speakers, they were John Llyod (video), Chandra Tresnadi (@Chloewich), Adi Panuntun, David Mccandless (video), Ms. Betti Alisjahbana, Anies Baswedan , Rene Suhardono and Clifford Stall (video). And this is my review. Enjoy🙂

John Llyod – inventories the invisible

TEDxJkt kali ini dibuka sama video dari John Llyod, hmm…saya sih ga terlalu nangkep maksudnya *maklum, TOEFL ga sampe 500 :p* tapi kalau boleh saya asal menangkap dari pemaparan dia tentang mengukur sesuata yang intangible yaitu “hey ga usah terlalu dipikirin juga sih, ngapain?!”.  Oke, ini ga menarik karena saya ga cukup baik menyampaikannya, perlu nonton videonya lagi disini http://www.ted.com/talks/john_lloyd_inventories_the_invisible.html

Chandra Tresnadi @Cloewich Participatory Interactive Batik Game

Kang Chandra ini orang Bandung. Dan kenapa sih orang Bandung nih kreatifnya ga abis-abis. Dikasih makan apa sama emaknya?! Jadi Kang Chandra ini bukan gamers, tapi dia bikin game. Berawal dari ketertarikan dia sama yang namanya batik, lalu dia berguru sama sesorang tentang batik, ironisnya guru kedua dia yang mengajari tentang batik itu bukan orang Indonesia. Jadi dia akhirnya berkepikiran bagaimana batik ini bisa diedukasikan, disebarkan melalui media yang menyenangkan yang tanpa sadar akhirnya kita sadar secara tanpa sadar *apa sih* tentang batik, sehingga lahirlah yg namanya batik game.

Gamenya sungguh menarik. Dengan menggunakan layar sentuh, ia bikin karakter-karakter lucu dari batik-batik yang ada seperti kuda, naga, tokoh wayang, lalu nanti ada corak-corak batik yang bisa kita masukan ke karakter itu sehingga karakter itu menjadi utuh dan jadilah ia. Uwow…sulit bayanginnya? *oke itu sih keterbatasan otak kalian, haha*

Kang Chandra Tresnadi dan Mainan Batik-nya

Kang Chandra Tresnadi dan Mainan Batik-nya

Ia mengolah sesuatu yang tradisional dengan cara yang elegan, gaya dan kereen tentunya🙂. Sungguh cara demonstrasi yang baik ketimbang teriak-teriak di jalanan.😛

next..akan saya update, sekarang udah subuh soalnya, harus laporan dulu sama Tuhan biar nilai raportnya bagus.

P.S : hari ini saya beli notebook ukuran b6 dan sebuah pulpen pilot hi-tech 0.4, lalu mulai iseng-iseng coret2, kalo ada scanner, coretan2nya nanti saya upload kesini.

update : 25 Desember 2010

Adi Panuntun @adipanuntun → Design Thinking as an …

Kalo kalian inget bahwa ada saat media dimana-mana rame-rame memuat berita bagaiman terjadi kehebohan di Museum Fatahillah Jakarta yang katanya diruntuhkan, silahkan kalian salahkan dia orangnya. Kang Adi ini yang katanya juga ngefans sama Kang Chandra (mereka satu almamater di ITB). Adalah orang yang bertanggung jawab atasi kegaduhan di museum saat itu.

Berawal dari kenyataan bahwa ada banyak museim di Indonesia yang terbengkalai dan tiap taun berkurang (hei..sedih ga sih) ia berpikir bagaimana caranya biar orang-orang tertarik kembali datang ke museum, rame-rame menjadikan wisata ke museum itu sesuatu yang berharga. Dia kemudian mengubah pandangan bahwa museum jangan hanya dijadikan objek, tapi sebuah subjek yang bisa berinteraksi. Lalu kemudian ia membuat sesuatu yang keren.

Ia memproyeksikan desain grafis di komputer ke dinding museum. Ga ngerti?oke gini…biasayna kita memproyeksikan dari komputer ke bidang datar dengan projector, bidang datarnya bisa tembok atau emang layar khusus. Nah ide simpelnya adalah ia memproyeksikan kerjaanya ke Museum Fatahillah, lalu ia membuat desain animasi bagaimana museum itu di runtuhkan, dibangun kembali, jadi seolah-olah museum itu seperti hidup dan bercerita akan dirinya sendiri. Hasilnya adalah ribuan orang dalam satu waktu nongkrongin di depan museum bawa anak, istri, pacar, kakek, nenek, baju, sweater, handphone, uang (untuk ongklos pulang), tikus, kucing (karna kebetulan lagi lewat situ) dan lai-lain yang sebetulnya saya udah cape ngetiknya. Awesome! ketika teknologi dan art jadi satu.

David McCandless (video)

Dari keseluruhan bagian TEDx kali ini, buat saya sih ini yang paling bikin hati bilang “uwow”, karena memang kebetulan saya emang punya ketertarikan sendiri dengan data. Data itu indah. David McCandless di videonya bagaimana ia merepresentasikan data dengan cara-cara yang lebih elegan, keren, dan ga biasa. Buat para decicion maker melihat grafik yang seperti biasa (bar, dan sejenisnya) dengan berbagai angkanya kurang bisa untuk melihat secara keseluruhan tentang keadaan apa sih yang terjadi. Dia buat dengan gaya dia sendiri supaya angka-angka itu bisa bicara. Luar binasa deh.

Jaman sekarang, kata dia, data itu ibarat tanah baru yang potensinya sangat besar, “data is a new s(oils)“. Dengan data banyak yang bisa dilakukan. Data membangun informasi, dan kumpulan informasi membangun knowledge. Marketing, produksi, dan forecasting, semua memerlukan data. See…dan David McCandles membuat data ini semakin indah.

Sanggar Roda

Seperti biasa, ditengah-tengah acara selalu ada hiburan disela-sela speakeres. Kali ini datanganya dari Sangar Roda. Kelompok ini terdiri dari anak-anak mulai dari yg kecil kira-kira umur 6 tahun sampai yang usia anak kuliah. Mereka adalah anak-anak dari kaum marginal, bedakan loh yah dengan anak jalanan. Mereka datang dari kalangan tak mampu, dari lingkungan yang kurang beruntung. Dengan dibina oleh seorang ibu rumah tangga mereka membentuk sebuah kelompok pertunjukan musik yang lagunya mereka aransemen sendiri.

Di acara TEDx kemarin mereka membawakan tiga buat lagu. Pertama lagu wakil rakyat-nya Iwan Fals. Dengan perpaduan musik moderen (gitar, bass, drum) dan tradisional (angklong, plus berbagai kendang) mereka membawakannya dengan oke banget. Kedua mereka membawakan lagu sendiri yang diberi judul “Bendera” dan ini adalah sebagian dari liriknya.

♫ benderaku tertiup angin dari nafas anak-anak yang terengah-engah ♫

Daaan..teh best part dari Sanggar Roda adalah pada lagu ketiganya. Mereka bawain lagu Sirih Kuning, lagu daerah dari Jakarta. Awalnya udah oke…lalu makin “wow” nya ketika suara vokalnya tinggi banget…gila! dah gitu aransemenya naikin satu nada, makin “wow” lagi dan puncaknya ketika mereka menaruh syncope lagunya ditempat yang ga biasa, dan itu tetep keren. WOOOH…standing applause buat mereka dari saya, Dhany, dan Ilham (dua terakhir itu temen saya yang musisi). Di usia segitu mereka bisa bikin aransemen yang berkelas. Sungguh sepatutnya saya berdiri sambil tepuk tangan yang panjang.

Cape juga..saya break dulu. Ada empat lagi yang perlu ditulis.

P.S :hei hari ini liat di email, ada yg komentar ditulisan ini, dan tebak siapa…wow,,,dia idola baruku. Kang Chandra Tresnadi. yea..dia speakers di TEDx 6th Jakarta. Kebayang ga sih ketika idola kamu komentar di tulisan mu. Wow deh hari ini😀

 

11 Comments

Filed under Light~Life

11 responses to “TEDx Jakarta 6th

  1. asiiik, Pidi wanna be niiih…

  2. chandra

    trims ya.. jadi terharu..
    saya makan nasi tempe, kerupuk, dan telor😀

    ‘yang tanpa sadar akhirnya kita sadar secara tanpa sadar’ >> bahasa dewa yang cuma bisa diulang satu kali.. maksudnya kita tau klo itu sesuatu, tp sebelumnya kita ga sadar klo itu ternyata sesuatu itu.. nah loh .. salam

    Chandra T

    • lightbreath

      ih naon terharu kang..geuleuh..haha

      wah sama dong makanannya, berati boleh dong kapan2 ngewarteg bareng, plus kasih resep gimana ngolahnya..inputnya kan sama tuh, tapi keluaran hasilnya masih beda :p

      wah itulah…(males ngulang bahasa dewa, hehe)

      salam juga..

      Pay

      • chandra

        mangga atuh … diantos ngawarteg bareng di jl. gelap nyawang_Bandung kapan sajah..

      • lightbreath

        wah..undangan yg menarik…hehe..hayu
        bisa sharing..mantep euh.

        jl.gelap nyawang teh tempat kantor Nitiki sigana…okelah,siap kang…

  3. uun

    kapan2 ajak2 dunk2 ke TEDx.. ;cumadapetceritanyagaseru

  4. Egi

    wah, Sanggar RODA ngga segitu2 amat a’ (nebak aja orang Bandung, soalnya lancar bener ngobrol sm Kang Chandra. hehehehe.) btw, anw, bw, hatur nuhun lah buat apresiasinya. kami pun masih dalam proses belajar. Salam.

    • kang Egi ini yang main gitar yah tampaknya?
      bukan orang Bandung sih, tinggal di Bandung, asalnya mah Bogor..

      iya emang belum segitu2 amat, tapi ke depannya bakalan luar biasa nih…insyaAllah, amin..didoakeun. disupport.. tapi beneran da saya suka sangat itu sama lagu bikinan kalian, nyari di Youtube ga ada euy videonya…upload atuh kalo ada.

      Semangat ah…kalian pasti bisa lebih baik lagi dari sekarang (sekarang aja udah keren loh..)

      Salam juga dari teman2 saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s