Workpreuneur

Ketiduran lagi, haha, rencana awal di #30harimenulis udah failed dari hari pertama😛. Tapi ya sudahlah, mari menulis, hastagnya kita ganti aja jadi #desembermenulis.

Jadi gini, soal entreupreuneur atau berwirausaha lebih mudahnya. Hampir setiap orang yang ditanya tentang mulai berbisnis hampir rata-rata bilang “Gw kan kerja,ga sempet” yep bener. Tapi bukan berarti ketika lu bekerja tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain bukan?

Nah, hal ini gw buktikan sendiri. Alhamdulillah ya kalo kata Syahrini si empunya bulu mata anti badai *btw kalo dia punya bulu mata anti masuk angin gw mau deh pake. Oke, salah satu pencapaian gw di tahun ini adalah berhasil mewujudkan salah satu impian gw yaitu punya warung makanan. Sederhana aja, disitu bisa jual makanan dan duduk-duduk dengan nyaman. Tapi untuk yang sederhana kedua itu belum terwujud.

Yang jelas, gw ga sendiri mewujudkannya, dan yang paling besar peranannya dalam mewujudkan mimpi ini adalah si @BayuHebat, kakak kelas di SMA dan di kampus gw. Awalnya sih dari seringnya obrolan kita berdua tentang bikin bisnis, kebetulan ngobrolnya di kebab paling enak di bogor, Kebab Syafa di empang. Dimulai dari bisnis antar susu ke rumah-rumah yang dijalankan si Bayu akhirnya tercetus lah celetukan kita buka kebab aja yuk. Dan singkatnya si empunya Kebab Syafa pun tak keberatan untuk mengajarkan kita ini untuk memulai bisnis. Dan mulailah kita dagang resminya di tanggal 20 November 2011, kurang lebih 2 minggu yang lalu dengan berpartner (gw lebih suka bilang partner dibanding karyawan) berjumlah 2 orang.

Yang belum mampir silahkan mampir di gerobak sederhana kita di pojokan air mancur, tepatnya di jajaran Bebek Slamet deket TK, persis di pojokan. Namanya sesuai tempatnya The Corner.

The Corner

The Corner n Dairy Express

Amazing moment adalah ketika ada pembeli pertama, seorang pria dewasa pake motor, rasanya bahaagiaaaa banget. Sesuatu bangetlah. Hari itu lumayan juga pembelinya.

Selama dua minggu ke belakang ini ada aja tantangannya, mulai dari masalah quality yaitu roti yang udah ga layak, daging yang habis, partner yang resign, ada juga yang sakit sampe harus tutup dulu. Yah itulah usaha ya, ada aja tantanganya. Moment menyenangkan selanjutnya adalah ketika harus rekap laporan keuangan. Rasanya wah banget liat uang segitu. Nominalnya sih kecil tapi rasanya besaaar banget sebagaui suatu pencapaian.

Magical moment berikutnya adalah ketika bayar gaji buat partner, meeeeen ngasih penghidupan buat orang lain meeeeen. Bangga aja, bekerja tapi tetep bisa ngasih orang, halal pula🙂. Mudah-mudahan semua ini dilancarkan jalanya, supaya cita-cita gw mensejahterakan para parner gw tercapai. Bisa ngasih reimburst misalnya dan ada tabungan pensiun dsb. Amiin.

So ga ada alasan buat kalian yang bekerja untuk tetep berwirausaha, jika ada keinginan pasti ada aja jalannya.  Salam kuli menguli🙂

8 Comments

Filed under Light~Life

8 responses to “Workpreuneur

  1. ooo.. ini toh sebab kenapa mau traktir kebab (ih berima), hahaha. semoga makin sukses ya usahanya, mas paisuchen (eh manggilnya enaknya apa ni?)

  2. suatu hr nanti kalo saya punya rezeki, saya mau kang buka cabangnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s