Review Film The Raid

*ini ada spoilernya, jadi yang belum nonton sebaiknya jangan baca
 
Poster The Raid

The Raid

Sampai akhirnya gw dan nyonya nonton karena kebetulan. Kebetulan nyonya pengen ngalay di BTM sambil nunggu jemputan dari ojek pribadinya (*gw :|) abis makan kita lanjut nonton The Raid. Filmnya diputer jam 9an, weekday pula, alhasil yang nonton cuman berempat, gw, nyonya dan 2 orang lagi. Cukup kronologis cara nontonnya.

Film ini ceritanya sederhana saja yaitu ada sepasukan anggota kepolisian yang namanya SWAT (kenapa ga Densus 88 aja ya) menyerbu sebuah apartemen yang dihuni oleh gembong” penjahat. Misinya sederhana yaitu menangkap Tama yang terkenal licin dan tak tersentuh hukum. Tama adalah pimpinan para penjahat di apartemen itu. Gw agak gimana gitu dengan nama SWAT, kesannya jadi bukan Indonesia, mungkin nama ini bawaan si sutradara sekaligus penulis script yang orang asing.
Film diawali oleh Rama yaitu tokoh utama di film ini yang diperankan Iko Uwais yang sedang berlatih. Di scene ini pasti cewe-cewe udah nahan napas. Bukan. Bukan karena adegan berantem tapi karena si Iko ini memperlihatkan badan atletisnya, perut sixpack hasil tumpukan bata terbaru dan kulit kecoklatan, bikin cewe wuu nahan napas.

Selanjutnya scene berubah kedalam mobil yang terlalu nyaman kalo jadi kendaraan tempur. Kursinya kok tampak empuk ya. Kalo gw polisinya pasti males keluar. Haha. Di mobil van ini Sersan Jaka sebagai pimpinan pasukan mengadakan briefing. Entah kenapa si Sersan ini ngomongnya kaya kumur-kumur dan kurang wibawanya kalo sebagai Sersan. Dia menjelaskan siapa dan apa misi mereka ke semua anak buahnya. Ini juga aneh karena untuk sebuah misi masa baru briefing di dalam perjalanan.

Setelah sampai di apartemen baru deh mulai adegan-adegan brutal. Dimulai ketika melumpuhkan penjaga pintu. Cool.
Mereka mulai menyisir lantai demi lantai supaya mereka tidak terdeteksi oleh Tama. Sayangnya tidak berhasil. Karena sebuah kecerobohan keberadaan mereka di apartemen itu diketahui oleh Tama. Pasukan itu sekarang harus menghadapi semua penghuni apartemen yang kini memburunya. Satu demi satu polisi berguguran. Amunisi habis sehingga mereka harus menggunakan apa saja yang ada untuk melumpuhkan para penjahat. Mereka terkepung, pulang tidak bisa, backup tidak ada karena misi mereka tidak diketahio polisi yanh lain. Satu-satunya cara hanya terus le atas, menangkap Tama sebagai tiket pulang hidup-hidup.

Untuk menggambarkan Tama, di awal film ditampilkan ketika Tama mengeksekusi lawannya dengan pistol alat siksa lainnya. Kesan sadis didapatkan dengan baik. Tapi menurut gw ada failnya ketika sebelum menyiksa Tama makan mie goreng. Haha ga asik banget bos penjahat makan mie goreng. :p

Setelah para pasukan itu terdesak dan berguguran menyisakan Letnan,Sersan,Remi, dan satu orang lagi (*gw lupa namanya) barulah adegan perkelahian dimulai. Setiap bertemu musuh baik yang membawa senjata tajam maupun tidak, si Rama menghadapinya dengan berbagai cara. Tusukan, bantingan, kuncian, pukulan. Nusuk orang udah kaya nusuk bantal. Cleb..cleb…Salut buat koreo fightingnya, sumpah keren. Yang paling ga terlupkan mungkin adegan di lorang ketika si Rama bawa satu temannya yang terluka. Ini scene bikin nahan napas (padahal nahan napas terus :p). Dahsyat. Harus liat sendiri yang satu ini.

Disini mulai muncul dua tokoh baru menunjutkan eksistensinya. MadDog dan Andi, dua-duanya anak buah Tama, tangan kanannya. Andi diperankan oleh Dony Alamsyah. Oke gw ngerti, cewe-cewe kembali histeris. MadDog diperankan oleh Yayan Ruhiyan, aktor yang mulai masuk film sejak berperan dalam film Merantau. Di film ini MadDog digambarkan jadi karakter yang seneng berantem. Ada scene ketika MadDog berhadap-hadapan dengan Sersan Jaka. Mereka saling todong, MadDog pake pistol sedangkan Sersan Jaka pake piso. Jelas dong kalo mau si MadDog tinggal tarik pelatuk, selesai. Tapi engga, dia malah menggiring si Sersan Jaka ke sebuah ruangan, disitu mereka duel tangan kosong. Kalo kata MadDog “biar greget”. Haha. Karakter MadDog sampe dibikin banyak plesetannya di twitter. Cek aja hastag #MadDog. Dijamin ketawa😀.

Kejutan di film ini, atau mungkin ini satu-satunya, adalah si Andi ternyata abangnya Rama. Di misi ini Rama punya misi pribadi untuk bertemu Andi dan mengajaknya pulang. Pertarungan demi pertarungan dilakukan sampai Andi menyelamatkan Rama yang sangat kelelahan. Nah ternyata kongkalikong ini diketahui Rama yang menjadikan Andi jadi musuk. Pertarungan terakhir dilakukan oleh Rama, Andi vs MadDog. Aseli susah mati banget ni si MadDog. Sampai akhirnya si lampu Philips (mungkin ini mereknya, haha) berhasil mengalahkan MadDog.

Film ini endingnya ga terlalu istemewa dan bikin banyak pertanyaan seperti, kok gampang banget dibukain gerbang. Atau pertanyaan gw, ngapain tuh polisi satunya dibunuh sama si Letnan. Overall ini film layak tontont, eh bukan layak, tapi wajib. Dengan film ini tayang serentak di Indonesia, Amerika, Kanada, masa ga nonton. Ga nyesel deh. Gw ga pernah nonton film action yang sebrutal ini. Gw kasih 8 dari 10 bintang buat The Raid.😉

*dibikin sebagian di KRL Ekonomi Bogor-Tanah Aband, finishing di sela-sela jam kantor saat istirahat makan siang

Leave a comment

Filed under Light~Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s