Eksistensi Politisi vs Engineer

Teori klasik Aristoteles menjabarkan politik sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pengertian lebih luas dari id.wikipedia.org politik diartikan sebagai  proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Secara bebas, saya sendiri mendefinisikan politik sebagai hal-hal yang berhubungan dalam pembuatan kebijakan dalam suatu negara. Dan politisi adalah orang yang berada di dalamnya.

Dalam teori klasik Aristoteles diatas, patus digaris bawahi tentang tujuan politik itu sendiri yaitu mewujudkan kebaik bersama. Jika memang demikian rasanya sepatutnya para politisi ini akan satu suara dalam menetapkan kebijakan jika dan hanya jika merekat tidak berhubungan dengan kepentingan golongannya. Apakah mungkin bisa kebijakan diambil tanpa ada hubungan dengan kepetingan golonganya?Jawabanya tentu saja bisa kita lihat sendiri apa yang diperjuangkan para politisi itu, tidak hanya di Indonesia namun di semua negara di dunia. Selalu saja ada kepentingan di balik sebuah langkah.

Politisi bergerak dalam domain negara dan kekuasaan yang berarti merekalah yang menentukan ke arah mana negara ini akan dibawa. Mereka menentukan hukum, kebijakan, dan tentu saja budget dalam seluruh gerak pemerintahan. Dengan kata lain seolah-olah merekalah yang memberikan solusi terhadap permasalah di negera dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya.

Engineer bergerak dalam domain teknis tak terkait kepentingan apa pun. Merekalah yang merekayasa suatu hal untuk mengatasi persoalanya dalam hal lainnya. Mereka mewujudkan sesuatu yang dulunya haya hayakan menjadi wujud nyata yang bisa dilihat, dirasa, dan dinikmati. Mereka inilah yang menaikan tingkat peradaban.

Mudahnya begini, bayangkan ketika negara memiliki anggaran sebesar 100 trilyun, dan negara itu menginginkan sebuah bangunan yang tidak menapak bumi, dan sayangnya para engineer tidak tahu teknologi apa yang bisa mewujudkannya. Apakah bisa terwujus?Jawabanya tentu saja tidak.  Sekarang kita balik, jika engineer tahu teknologi untuk membuat gedung melayang, dengan uang 100 trilyun, bangunan itu sangat mungkin terwujud. Satu-satunya penghalan adalah ketika para pembuat budget itu tidak memberikan uangnya. Disisi ini para politisi itu hanya sebuah penghalang bagi terwujudnya peradaban baru..

Jadi melihat kenyataan ini, patut dipertanyakan eksistensi politisi itu sendiri karena mereka sama sekali tidak berguna dalam memecahkan masalah. Para engineer-lah yang memecahkan permasalahan. Lucunya di negeri ini, proporsi energi kita lebih banyak dihabiskan untuk mengurusi para politisi ini, ya bahkan tulisan ini pun menggunakan energi itu. Seharusnya dibanding kita mengurusi siapa Presiden 2014 nanti, energi kita lebih baik difokuskan untuk memecahkan persoalan energi yang terbarukan. Pilihan ditangan masing-masing.

 

Leave a comment

Filed under Light~Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s